Selasa, 28 April 2015

pekerja keras tangguh ikhlas dan sabar menghadapi kerasnya kehidupan

cerita ini dimulai dari pengalaman saya mengunjungi sebuah  perkampungan sebutlah taman sari yang sangat jauh tertinggal  dan jauh dari kata MODERN jangankan listrik jalan perkampungan ini jalan setapak yang memprihatinkan lagi jalan yang di lalui  sangat menyeramkan ,,,kami sangat sedih tak di perhatikan oleh pemerintah padahal ketika mereka membutuhkan suara kami mereka mengubar janji sana sini tapi tak ada kenyataanya kami jauh tertinggal "begitulah keluhan warga 
ketika saya  berjalan jalan mata saya tertuju pada seorang bapak bapak yang sedang mencangkul sawah dengan banyak kucuran keringat dengan muka lemas tapi saya lewati karna saya terburu buru mau membeli gorengan  setelah 3 jam kemudian saya  kembali ketempat tadi  dan bapak itu masih mencangkul rasa penasaran saya membuat saya datang menghampiri bapa  tersebut dan saya bertanya pada beliau  "selamat sore pak " bapak itu dengan lembutnya menjawab " waalikum salam" saya tak ingat salam dan gak enak sam bapa tersebut " ada apa a" bapaknya bertanya...
"bapak emang  gak cape dari tadi  saya lihat bapak bekerja tak berhenti  lalu  bapakny tersenyum dan berkata"tadi saya berhenti untuk melaksanakan shalat asar "
subhanallah di tengah kesibukannya bapak ini sangat luarbiasa  say bertanya pada beliau kenapa bekerja  segitu lamanya tapi tak istirahat,bapak cuman istirahat hanya waktu shalat dan setelah itu bekerja lagi beliau pun menjawab pertanyaan saya" hidup ini memang keras  a saya harus bekerja terus demi mencukupi kehidupan kami tapi ingatlah yang memberi rizki ALLAH  S.W.T  jadi saya atak akan lupa diwaktu shalat kita wajib melaksanakan  dan waktu kerja kita juga harus melaksanakan di sawah ini kami memperjuangkan dua hak antara hak anak yatim dan hak keluarga kami.....

selesai bercakap dengan bapaknya saya pulang  ke penginapan tempat saudara saya saya beristirahat
sekitar pukul 20:00 saya nongkrong di luar  dan mendengar tadarusan anak-anak  di mesjid  ,,,dan saya menghapiri mereka,,dan ternyata guru ngajimya bapak yang  tadi,,,luar biasa suara merdunya mengajari ngaji anak anak benar benar fasih selain pekerja keras bapak itu  sangat rajin beribadah
saya salut melihat bapak bapak yang berumur bermanfaat untuk  dirinya ,keluarganya dan masyarakat..super
setelah slesxai mengajari ngaji anak anak itu ,,bapaknya melihat saya dan  membuatkan kopi sederhana tumbukan sendiri ,,,,lumayan maknyos kawan heee,,,
saya berbincang bincang  sampe larut malam .....

ternyata bapak tersebut sudah duda  ditinggalkan istrinya sejak tahun 2008 dan anaknya meninggal   satu tahun yang lalu,,,
tapi luar biasanya dalam keadaan  yang sederhana bapak ini menampung 8 anak yatim dan piatu  yang rata2 usia 9-12 th  bapak ini mendirikan sebuah pondok ,,,,
seling berapa lama saya pamit karna besok mau pulang ke rangkas bitung ,,,,yah meskipun perjalanan saya singkat setidaknya  saya memiliki sebuah pengalaman dan ilmu dari bapak yang lanjut usia,,, yo pulang -pulang

beberapa bulan kemudian sekitar 3 bulanan kabar duka pun datang  bapak yang sudah sya anggap guru itu meninggal dunia saat mengajari ngaji anak anak ,,,innalilahi wainna ilaihi rojiun,,,,ya allah berikanlah tempat terbaik bagi bapk itu  dan juga kepda kami kelak di alam makhsyarmu ,,,amin

demikian semoga ada yang bisa anda semua hisap dari sedikit pengalaman tapi bagi saya sejuta ilmu

kutipan" INGATLAH KEPADA ALLAH DISAAT SENANG MAUPUN SUSAH  SEIMBANGKAN HIDUPMU  DUNIA DAN AKHIRAT,,,,,

KEMATIAN TAK MENUNGGU TAUBATMU

Tidak ada komentar:

Posting Komentar